00
Tentang REI
Tunas yang baru tumbuh tak seketika menghasilkan buah yang ranum untuk dipanen. Sebuah tunas akan dihadapkan pada kepastian tentang nasibnya : mati, tumbuh kerdil, tumbuh secara liar, atau berkembang menjadi pohon rindang yang banyak memberi manfaat kepada kehidupan.

Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) didirikan pada hari Jum'at bersejarah 11 Februari 1972 di Jakarta, merupakan organisasi asosiasi perusahaan atas dasar kesamaan usaha, kegiatan dan profesi di bidang realestat.

REI bertujuan meningkatkan harkat dan martabat, mutu kehidupan rakyat Indonesia melalui peningkatan dan pembangunan perumahan dan pemukiman. Pada saat ini REI beranggotakan 1300 perusahaan di seluruh Indonesia. mungkin tak terbayang setelah seperempat abad lebih kemudian REI akan menjadi asosiasi yang banyak memberi warna dalam kehidupan bangsa Indonesia.

Kedepan REI bersama-sama pemerintah dan masyarakat bertekad mewujudkan penyediaan papan bagi seluruh lapisan masyarakat terutama program sejuta rumah.
Cari Proyek
1. Silahkan pilih opsi di bawah ini:





2. Silahkan klik propinsi pada peta di bawah ini

proyek properti di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat proyek properti di Jawa Tengah, DI.Yogyakarta proyek properti di Jawa Timur proyek properti di Bali proyek properti di Sulawesi Selatan
Berita Utama

Korban penyegelan rumah susun sederhana milik (rusunami) bertambah. Setelah Kalibata Residence, ada sekitar lima proyek rusunami juga menjadi korban. Bahkan beberapa proyek itu sudah ada yang mulai topping off dan groundbreaking. Jadi, total rusunami yang disegel sampai saat ini mencapai enam proyek.

Pameran perumahan REI EXPO II pada 29 April hingga 10 Mei 2009 di Semarang, Jawa Tengah, diharapkan dapat kembali menggairahkan pasar di daerah tersebut. Apalagi, saat ini, transaksi perumahan di Jawa Tengah telah anjlok hingga 40 persen akibat rendahnya daya beli masyarakat.

Bisnis properti di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai menggeliat meski belum sepenuhnya pulih. Tingginya kebutuhan perumahan di daerah tersebut dianggap merupakan potensi bagi pengembang.
"Data dari Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) DIY menyebutkan kebutuhan rumah saat ini mencapai 91 ribu unit yang tersebar di kabupaten dan kota. Ini merupakan peluang bagus bagi pengusaha properti," kata Ketua Realestate Indonesia (REI) DIY Edy Waluyo di Yogyakarta, baru-baru ini.

Liputan Khusus

Target pembangunan rumah sederhana sehat bagi masyarakat menengah bawah di sejumlah daerah banyak yang tidak tercapai. Pemerintah daerah dianggap menjadi salah satu faktor penghambat.

Tingkat suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) yang kini berkisar 14-18 % menyebabkan penjualan rumah kelas menengah ke bawah turun 32%. Penurunan itu diprediksi berlanjut hingga triwulan I – 2009.

2009-01-12 02:21:14

KEPUTUSAN-KEPUTUSAN RAKERNAS

Keputusan-keputusan yang dihasilkan dalam Rakernas REI di Bali 2008

powered by indonesianestate.com(2008)
Beranda - FAQ - Peta Situs - Kontak - Sign In