"Penurunan terjadi karena masyarakat menengah sulit untuk mendapatkan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR), meskipun permintaan pasar tetap ada. Sebagian masyarakat tampaknya lebih memilih mendepositokan uangnya di bank dengan bunga tinggi daripada untuk membeli rumah," ujar Hari Raharta Sudrajad, Ketua DPP Real Estat Indonesia (REI) Jawa Barat, di Bandung, pekan ini.Penjualan rumah nonsubsidi di Provinsi Jawa Barat pada kuartal I-2009 turun sampai 40% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.