2009-04-27 19:56:48
Bisnis Properti di Yogyakarta Mulai Menggeliat
YOGYAKARTA – Bisnis properti di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai menggeliat meski belum sepenuhnya pulih. Tingginya kebutuhan perumahan di daerah tersebut dianggap merupakan potensi bagi pengembang.
"Data dari Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) DIY menyebutkan kebutuhan rumah saat ini mencapai 91 ribu unit yang tersebar di kabupaten dan kota. Ini merupakan peluang bagus bagi pengusaha properti," kata Ketua Realestate Indonesia (REI) DIY Edy Waluyo di Yogyakarta, baru-baru ini.
Dia mengatakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, REI menghadapi sejumlah kendala, seperti belum turunnya suku bunga bank umum. Dengan demikian, masyarakat yang akan mengajukan kredit masih berpikir ulang.
"Suku bunga bank umum masih berkisar 14 persen, padahal BI Rate sejak beberapa waktu lalu turun pada kisaran 7,5 persen. Kami harapkan bank umum dapat segera menurunkan suku bunga kredit sehingga bisnis properti dan sektor riil lainnya dapat segera pulih," katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan REI mengharapkan peran pemerintah, baik pusat maupun daerah, mendorong bank umum agar segera menurunkan suku bunga karena tanpa peran pemerintah akan sulit memulihkan bisnis properti.
"Para pengambil kebijakan, baik pemerintah maupun perbankan, diharapkan bekerja sama memulihkan iklim usaha dan masing-masing mau berkorban agar semuanya dapat berjalan lancar," katanya.
Edy mengatakan upaya yang dapat ditempuh REI saat ini adalah membuat terobosan agar jasa properti dapat tetap jalan seperti membidik sektor informal yang selama ini kurang diperhatikan.
"Selama ini sektor informal belum begitu diperhatikan, padahal sektor ini memiliki potensi yang besar," tandasnya.(sumber:Koran Jakarta)